Sponsor

Tampilkan postingan dengan label Refreshing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refreshing. Tampilkan semua postingan

17 November 2009

TOURING SARI ATER & GUNUNG TANGKUBAN PARAHU

Maaf untuk semua teman – teman karena blog kita baru di update lagi maklum kesibukan kita masing – masing yang menyita waktu.
Tepat hari sabtu tanggal 31 Oktober 2009 berangkat dari sukabumi tepat pukul 18.30 menuju sari ater dengan jumlah motor 35 dan 1 mobil,kita betul – betul menikmati perjalanan di malam hari yang cukup dingin,tetapi cukup mengesankan dengan konvoi sepeda motor yang tidak ugal – ugalan sehingga kalau kita lihat begitu rapih dan indah apalagi pada saat melintasi jalan yang lurus dan berbelok dengan sinar lampu kendaraan yang berderet sehingga menambah indah pemandangan setiap jalan yang dilalui.
Tepat pukul 23.30 sampai ditujuan yaitu daerah yang tidak jauh dengan tempat pariwisata sari ater,dan ada yang langsung memanfaatkan waktu dengan cuaca dingin untuk terus mandi di air panas sehingga membuat badan jadi segar.
Ciater merupakan suatu daerah di Kabupaten Subang yang terkenal dengan air panas alami. Air panas yang dihasilkan berasal dari kawah aktif Tangkuban Perahu. Daerah wisata yang terletak tidak jauh dari wana wisata Tangkuban Perahu ini menyajikan panorama alam yang menakjubkan, air panas alami, udara yang sejuk dan hamparan permadani kebun teh nan hijau yang juga menambah keindahan alamnya. Dengan lingkungan yang disajikan, dapat menjadi suatu tempat yang sangat tepat untuk refreshing dan melepas penat dari segala kesibukan sehari-hari.
Dengan dilengkapi berbagai fasilitas wisata yang lengkap, tidak salah kiranya bila Wisata Sari Ater menjadi salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Penginapan, tempat makan, arena bermain, kolam renang dan berbagai fasilitas lainnya tersedia disini.
sehingga dengan keadaan alam yang begitu indah ini sangat menarik bagi para turis asing maupun domestik untuk berkunjung ke ciater ini
disamping itu juga ciater merupakan tempat terapi kesahatan, menurut hasil penelitian ternyata air panas Ciater mempunyai pH 2,45 yang mengandung jenis zat seperti belerang, zat kapur (‘calcium magnesium chloride sulfate thermomineral hypertherma’ dengan kandungan alumunium tinggi (38,5%) serta pH yang sangat asam (2,45).dan beberapa zat lainnya yang sangat baik untuk penyembuhan penyakit kulit, penyakit tulang serta penyembuhan kelumpuhan yang diakibatkan oleh Penyakit Darah Tinggi atau stroke. ( http://subank.wordpress.com/page/2/ )
Setelah dari Sari Ater Kami melanjutkan perjalan menuju Gunung Tangkuban Parahu.
Keindahan akan Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata) adalah tempat wisata yang tergolong murah meriah, seperti dikisahkan dalam sebuah legenda yang ada didaerah Jawa Barat yaitu Sangkuriang. Dari cerita tersebut al kisah menyebutkan keberadaan sebuah Gunung Tangkuban Perahu, yang kisah tersebut melanda sangkuriang dilanda catuh cinta terhadap ibu kandungnya sendiri, dengan amarahnya maka dia menendang sebuah perahu terbalik dan terjadilah sebuah nama Tangkuban Perahu yang kini masih abadi.
Keasrian dan suasana Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata) masih banyak dikunjungi oleh pecinta-pecinta yang gemar dengan suasana alam pegunungan yang sejuk dan indah.
Perjalanan yang menyenangkan ke tempat Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata) ini lebih indah bersama rekan-rekan kerja atau sahabat-sahabat di lingkungan rumah, dengan berjalan kaki wow tambah mengasikkan. Dari masalah biaya ke tempat tujuan Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata) ini cukup murah dan pasti terjangkau. Dan yang paling menarik lagi kita bisa asyik berbelanja di sekitar Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata) yang menyediakan berbagai macam-macam, pokoknya ok dech.
Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata) memberikan nuansa keindahan suasana gunung yang indah apa lagi dengan sebuah kawah yang masih aktif mengeluarkan kepulan asap yang terasa bau belerang.
Agar tidak penasaran silahkan kunjungi daerah wisata Tangkuban Perahu – Bandung – Jawa Barat (Tujuan Wisata). Selamat menikmati daerah pegunungan yang asri akan udara pegunungannya.
 ( http://subank.wordpress.com/page/2/ )
Sekitar pukul 14 kami meninggalkan tempat pariwisata Gunung Tangkuban Parahu.Semoga ini menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan.

07 April 2009

Lampegan


Perjalanan yang sangat melelahkan tetapi mengesankan bagi kami pada waktu itu dengan tujuan ke Lampegan yaitu terowongan jalur untuk kereta api,Kami masuk dari daerah Sukaraja menuju Lampegan dengan melintasi daerah Cirenghas,Cilubang,Kampung Portal,jalan yang kami tuju tidak bagus karena aspal yang sudah rusak dan berlubang kebanyakan tinggal batuan,cukup menantang bagi kami apalagi suasana turun hujan dan sebelah kiri jalan jurang dan disebelah kanan tebing,tetapi dengan semangat dan penasaran ingin tahu kami terus berjalan dengan penuh hati – hati,akhirnya sampai ke tujuan dengan selamat dan kami kembali pulang melintasi daerah Cibeber,Gekbrong Kab Cianjur.
Lampegan asal kata dari bahasa Belanda menurut salah satu sumber pada waktu itu orang indonesia naik kereta api jurusan Sukabumi Cianjur pada saat kereta melintasi jalan yang gelap tiba – tiba ada yang berkata “lampen an meneer “ ( nyalakan lampu Tuan ),karena terdengar oleh orang indonesia tadi adalah Lampegan maka sampai sekarang tempat tersebut dinamakan Lampegan yaitu tempat dimana jalur atau lintasan kereta api yang menembus pegunungan ( terowongan ) dengan panjang terowongan tersebut 415 meter dan dibuat mulai tahun 1879 sampai 1882,tapi sayang sudah beberapa tahun ini jalur kereta tersebut sudah tidak bisa beroperasi lagi karena pernah terjadi longsor yang menutupi jalur tersebut sehingga perlu perbaikan setelah terowongan tersebut bisa di perbaiki tidak lama kemudian terjadi lagi longsoran di jalur yang lain tidak jauh dari lokasi terowongan tersebut.
Padahal kalau ber operasi lagi di lintasan tersebut banyak yang akan kita lewati situs – situs pubakala atau tempat – tempat yang bisa dijadikan tempat wisata seperti situs Gua Pawon dan Gunung padang,Bandung Purba dan Letusan Gunung Sunda. Kelebihan ini bisa menjadi modal untuk mengembangkan wisata KA. Saya harap rencana ini bisa direalisasikan, kami harap pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan menyiapkan modal kendaraan kecil yang akan
mengangkut wisatawan dari Stasiun Lampegan ke Situs Gunung Padang ( Sumber Berita Bandung )

18 Maret 2009

Situ Buleud

Situ Buleud (bundar) luasnya 4 ha terletak di tengah kota dengan latar belakang gedung kuno Kresidenan. Konon menurut cerita, Situ Buleud tempo dulu merupakan tempat "pangguyangan" (mandi) binatang Badak sewaktu Purwakarta dulu masih hutan belantara, dan kemudian oleh pemerintah kolonial Belanda dijadikan sebagai tempat peristirahatan pelepas lelah sehabis bekerja. Situ Buleud dirintis pembangunannya sekitar tahun 1830 oleh RA. Suriawinata, pendiri cikal bakal kota Purwakarta. Kini obyek wisata Situ Buleud menjadi tempat rekreasi dan olah raga penduduk Purwakarta. Di masa yang akan datang diharapkan Situ Buleud menjadi Taman Kota yang indah, sebagai paru-paru kota dan obyek wisata. Untuk itu diharapkan ada investor yang akan menanamkan modalnya disini. (sumber dari Media Komunikasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta Prop Jawa Barat )

Touring Jati Luhur

Sabtu sore jam 17.00 Kami berangkat dari Cicurug menuju Purwakarta dengan diiringi hujan,dengan tujuan akhir tempat Pariwisata yaitu Jati Luhur,dengan naik kendaraan sebanyak 28 sepeda motor dan 1 mobil,cukup melelahkan juga dengan perjalanan yang jauh,Allhamdulillah sampai juga ketujuan dengan selamat.
Obyek wisata Jatiluhur terletak 9 km dari kota Purwakarta, terkenal dengan Bendungan Ir. H. Juanda, dengan panorama danau yang luasnya 8.300 ha. Bendungan ini mulai dibangun sejak tahun 1957, dapat menampung tidak kurang 3 milyar3 air Sungai Citarum dan merupakan waduk serbaguna pertama di Indonesia. Di dalam Bendungan Ir. H. Juanda, terpasang 6 unit turbin dengan daya terpasang 187 MW dan produksi tenaga listrik rata-rata 1000 juta kwh setiap tahun. Selain dari itu, memiliki fungsi penyediaan air irigasi untuk 242.000 ha sawah (dua kali tanam setahun), air baku air minum, budi daya perikanan dan pengendali banjir.Selain berfungsi sebagai PLTA dengan sistem limpasan terbesar di dunia, kawasan Jatiluhur memiliki banyak fasilitas rekreasi yang memadai, seperi hotel dan bungalow, bar dan restaurant, lapangan tenis, bilyard, perkemahan, kolam renang, ruang pertemuan, sarana rekreasi dan olahraga air, playground dan fasilitas lainnya. Sarana olahraga dan rekreasi air misalnya mendayung, selancar angin, kapal pesiar, ski air, boating dan lainnya.Di perairan Danau Jatiluhur ini juga terdapat Budi daya Ikan Keramba Jaring Apung, yang menjadi daya tarik tersendiri. Di waktu siang atau dalam keheningan malam kita dapat memancing penuh ketenangan sambil menikmati ikan bakar. Dikawasan ini pula kita dapat melihat Stasiun Satelit Bumi yang dikelola oleh PT. Indosat, sebagai alat komunikasi internasional. Jenis layanan yang disediakan antara lain international toll free service (ITFS), Indosat Calling Card (ICC), international direct dan lainnya. Terletak 7 km dari kota Purwakarta.(sumber dari Media Komunikasi Pemerintah Kabupaten Purwakarta Prop Jawa Barat )



11 Januari 2009

Gunung Endut

Inilah kegiatan Kami di awal tahun 2009,tepatnya hari sabtu tanggal 10 Januari,Kami mengadakan kunjungan dalam rangka mengikat tali persaudaraan dengan mengadakan pertandingan sepak bola,Kami mengunjungi salah satu daerah yang letaknya tidak jauh tetapi cukup melelahkan dikarenakan jalan yang kami lalui tidak begitu bagus banyak kelokan,berlubang,dan banyak yang sudah tidak beraspal lagi,apalagi pada saat itu diiringi dengan hujan gerimis,Tetapi dengan kebersamaan tetap yang kami rasakan cukup menyenangkan.
Setelah melakukan kegiatan rutinitas,Kami berangkat pukul 14.00 wib sampai ketempat yang dituju pukul 15.00 sebentar kami istirahat sambil menyantap makanan ringan kemudian dilanjutkan perjalanan ke lapangan bola dan lawan main Kami sudah berada disana,begitu riang suasana disana,sepertinya kami lupa dengan segala apa yang telah terjadi sebelumnya apalagi kami bisa berbaur dengan masyarakat disana baik muda maupun tua,tidak terasa waktu sudah hampir Magrib dan permainan sudah selesai Kami kembali pulang.
Begitulah perjalanan kami tentunya pasti ada kesan yang tersimpan dibenak kami semua setelah meninggalkan daerah yang kami kunjungi yaitu Cipasung Gunung Endut.

25 Desember 2008

Takokak

Minggu pagi yang cerah tepatnya tanggal 30 Nopember 2008 jam 08.00 kami berangkat dari cicurug menuju sukabumi utara yaitu ke daerah Jampang,tujuannya tidak lain untuk refresing untuk menghilangkan kejenuhan dari kegiatan sehari – hari,perjalanan jauh yang ditempuh dengan waktu 2 jam,lumayan cukup melelahkan juga tetapi kami sangat terhibur disamping kami jalan bersamaan dengan mengendarai motor alias TOURING kali,sambil merasakan betapa indahnya pemandangan setiap daerah yang kami lalui,apalagi jalan yang kami lalui banyak tikungan,menanjak dan menurun apalagi setelah melewati jalan yang dikelilingi oleh perkebunan the yang sangat luas dan suasana dingin yang kami rasakan,jam 10.00 kami sampai ditempat tujuan nama daerahnya kalau tidak salah kampung TAKOKAK yaitu salah satu daerah asal dari anggota kami,sambil melepaskan lelah kami bercengkrama menceritakan perjalanan yang telah kami lalui,dan adapula yang langsung menyerbu kolam ikan sambil memancing walaupun ikan disana mungkin pada kaget ataupun mereka tidak kenal sama orang – orang yang datang sehingga banyak ikan yang tidak mau menyapa pada kami akhirnya ikan – ikan tidak kami dapatkan.
Setelah cukup istirahat dan shalat Dhuhur,kami berangkat ke lapangan bola,ternyata lawan main kami belum siap,akhirnya kami menunggu sambil melahap makanan yang disediakan alakadarnya,maklum pada lapar akhirnya makanan habis juga,waktu itu hujan gerimis tapi kami tidak memperdulikan hal itu sambil menunggu lawan main kami melakukan pemanasan,lokasi lapangan dibawah bukit kebetulan suasana mendung/gerimis dibukit sudah terlihat kabut tebal,tidak lama lawan sudah ada kami mulai pertandingan dengan dua kali main cuaca betul – betul dingin,bahkan semakin sore kabut yang tadinya dit\atas lambat laun turun sehingga membuat lapangan penuh dengan kabut sampai penonton tidak jelas melihat pemain karena begitu tebalnya kabut yang ada didaerah sekitar itu.akhirnya kami kalah dalam pertandingan tersebut.Jam 17.00 kami pulang dengan diiring hujan deras,dengan jalan perlahan maklum jalan licin dan berkelok,Alhamdulillah kami sampai kemasing – masing tempat kurang lebih jam 20.00 dengan selamat tanpa kekurangan apapun.